HORAS! Makna dan Penggunaannya Dalam Masyarakat Batak


Adalah salam khas orang Batak yang berarti selamat, salam sejahtera, yang kerap diucapkan dalam kehidupan sehari-hari bila 2 orang atau lebih bertemu. Padanan kata horas adalah Mejuah-juah (Batak Karo, Batak Pakpak), Yahobu dari daerah Nias. Sedangkan Ahoiii! adalah salam khas daerah pesisir Melayu di Sumatera Utara.


Horas bisa juga berarti selamat jalan/datang, selamat pagi/siang/malam dan lain lain yang maknanya baik. Karena populernya kata horas, orang-orang non Batak juga sering mengucapkan kata tersebut jika bertemu dengan orang Batak.


Horas adalah kata salam orang Batak yang berasal dari daerah Sumatra Utara. Khususnya "Tapanuli" yang senantiasa diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kata Horas salam khas yang lain, yaitu Menjuah-juah dari daerah Karo, Yahobu dari daerah Nias. Namun kata Horas lebih umum digunakan dan lebih populer. Sulit menemukan kata yang tepat dalam Bahasa Indonesia, karena kata Horas mempunyai makna yang sangat luas, diantaranya berarti: apa khabar, wa’lafiat, selamat perkenalan, selamat pagi/siang/malam, selamat datang/jalan tinggal dan lain-lain.


Kata Horas dalam tradisi Batak yang memiliki keunikan tersendiri, tercipta dari falsafah hidup suku Batak, yakni "Dalihan Na Tolu" (DNT). Secara harfiah DNT berarti "Tungku Nan Tiga" atau tungku yang ditopang oleh tiga kaki. Falsafah ini menunjukkan keterikatan hubungan internal dari ketiga posisi kekerabatan orang Batak dalam bermasyarakat yang mendoakan setiap orang agar senantiasa "Horas-Horas": Somba marhula-hula, elek mar Boru, Manat mar Dongan Tubu. Berdasarkan DNT, kekerabatan orang Batak dibagi dalam tiga bagian yaitu Hula-Hula(kerabat marga pihak isteri), Dongan Tubu (marga kita, dari garis ayah, kakek dan anak laki), Boru (kerabat perempuan dari ayah, saudara perempuan kita beserta marga suaminya).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages